Thumbnail Artikel Apa Itu Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak

Apa Itu Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak

Hanindito Arief Buwono

29 Mei 2026

Apa Itu Imunisasi Dasar Lengkap

Secara definisi, imunisasi dasar lengkap adalah suatu prosedur untuk membentuk kekebalan pada anak terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan melalui pemberian vaksin melalui suntikan maupun oral.


Tujuan imunisasi dasar lengkap pada anak adalah untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Selain itu, imunisasi dasar juga merupakan salah satu metode untuk membangun kekebalan kelompok (herd immunity).


Imunisasi dasar lengkap wajib diberikan pada anak sejak usia 0-24 bulan dan berlanjut hingga 18 tahun. Pemberian imunisasi wajib mengikuti jadwal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan dan IDAI.

Jenis Imunisasi Dasar Lengkap Berdasarkan Usia

Beberapa jenis imunisasi dasar lengkap yang harus dipenuhi oleh orang tua kepada anaknya sesuai usia antara lain:

Usia 0-6 Bulan

  • Hepatitis B: Diberikan empat kali (24 jam setelah lahir, usia 2, 3, dan 4 bulan). Imunisasi tambahan akan diberikan saat bayi berusia 18 bulan.
  • DPT: Vaksin DPT (difteri, pertussis, dan tetanus) diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Imunisasi tambahan akan diberikan dua kali pada usia 18 bulan dan 5-7 tahun.
  • Bacillus Calmette-Guérin (BCG): Imunisasi BCG ini berfungsi untuk mencegah penyakit Tuberkulosis (TB). Diberikan hanya sekali pada usia 0-1 bulan.
  • Haemophilus influenzae type B (HiB): Diberikan tiga kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Imunisasi tambahan diberikan sekali pada usia 18 bulan.
  • Polio: Imunisasi polio diberikan sejak lahir hingga anak berusia 1 bulan. Sementara untuk imunisasi polio suntik, diberikan setidaknya dua kali sebelum anak berusia 1 tahun. Lalu, imunisasi polio oral dan suntik juga akan diulang setiap bulan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
  • PCV (pneumokokus): Imunisasi PCV diberikan tiga kali pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Imunisasi tambahan akan diberikan pada usia 12-15 bulan dengan interval dua bulan setelah dosis pertama.
  • Rotavirus: Imunisasi rotavirus diberikan dua kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-12 minggu dan dosis kedua diberikan 4 minggu kemudian. Sementara itu, imunisasi rotavirus pentavalen akan diberikan tiga kali, pada usia 6-12 minggu, kemudian dosis kedua dan ketiga akan diberikan 4-10 minggu kemudian. Dosis ketiga harus diberikan paling lambat saat anak berusia 6-19 hari.


Usia 6-12 Bulan

  • Influenza: Imunisasi ini diberikan pada anak berusia 6 bulan, diikuti dengan pemberian tahunan mulai usia 18 bulan hingga 18 tahun.
  • Ensefalitis Jepang (JE): Imunisasi ini diberikan sekali saat anak berusia 9 bulan. Diikuti dengan imunisasi tambahan pada usia 2-3 tahun.
  • Campak, gondongan, rubela (MMR): Imunisasi ini diberikan saat anak usia 9 bulan. Diikuti dengan imunisasi tambahan pada usia 18 bulan atau saat anak mencapai usia 5-7 tahun.


Usia 12-14 Bulan

  • Hepatitis A: Diberikan dua kali, dimulai pada usia 12 bulan, diikuti dengan interval 6-12 bulan setelah dosis pertama.
  • Varicella: Diberikan dua kali saat anak berusia 12-18 bulan, dengan interval dosis kedua berkisar antara 6 minggu hingga 3 bulan.


Usia 2-18 Tahun

  • Tifus: Diberikan sekali pada usia 2 tahun, kemudian diulang setiap 3 tahun sekali pada usia 5-18 tahun.
  • Demam Berdarah Dengue: Diberikan tiga kali pada usia 9-16 tahun, dengan jarak setiap dosis 6 bulan.
  • HPV: Diberikan kepada anak perempuan dua kali pada usia 9-14 tahun, dengan jarak 6-15 bulan antar dosis.


Imunisasi tidak hanya mencegah anak kita terpapar pada penyakit berbahaya, tapi juga untuk melindungi orang lain agar tidak menyebar secara luas. 


Yuk, segera cek jadwal imunisasi dasar lengkap anak agar bisa terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya!