
Kok Muncul Bisul di Lengan Anak Setelah Imunisasi BCG? Apakah Ini Normal?
Ade Herina
29 Mei 2026
Imunisasi BCG (Bacille Calmette Guerin) merupakan salah satu imunisasi untuk melindungi buah hati dari penyakit tuberkulosis dan meningitis. Pemberian imunisasi BCG dilakukan setelah bayi baru saja lahir dan paling lambat sebelum usianya 12 bulan. Berdasarkan anjuran WHO (World Health Organization) dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), penyuntikan dilakukan di daerah lengan atas sebelah kanan.
Setelah imunisasi BCG, kadang muncul benjolan kecil kemerahan atau bisul berisi nanah di area suntik Sebagai orang tua pastinya kita khawatir apabila hal tersebut terjadi pada buah hati.
Lantas Apakah Kondisi Tersebut Wajar atau Justru Harus Diwaspadai?
Vaksin BCG ini mengandung bakteri hidup Mycobacterium bovis yang telah dilemahkan. Ketika disuntikan ke dalam tubuh anak,tubuh akan mengenali bakteri tersebut sebagai benda asing. Sistem imun segera meresponnya dengan membentuk reaksi peradangan di kulit yang tampak seperti bisul bernanah di tempat penyuntikan. Timbulnya bisul terjadi dalam kurun waktu 2 -12 minggu pasca imunisasi BCG. Reaksi peradangan akan mengering dengan sendirinya dan meninggalkan bekas luka seperti jaringan parut atau biasa disebut scar BCG.
Tenang ya Ayah Bunda, kondisi munculnya bisul ini normal dan merupakan reaksi lokal dari efek samping ringan imunisasi BCG. Bisul yang timbul tanda bahwa sistem kekebalan tubuh buah hati bekerja dengan baik. Apabila tidak ada benjolan kecil kemerahan ataupun bisul yang terbentuk, bukan berarti vaksin tidak bekerja ataupun gagal membentuk sistem imun. Hal tersebut dapat terjadi karena reaksi tubuh setiap anak yang berbeda-beda.
Bagaimana Cara Merawat lukanya?
Berikut cara yang bisa kita lakukan untuk merawat luka pasca suntikan imunisasi BCG:
1. Jaga kebersihan area luka (cuci tangan sebelum memegang, bila nanah keluar bersihkan dengan kasa steril yang dicelup air hangat)
2. Jangan ditekan, digosok, digaruk, atau dipijat
3. Jangan keluarkan nanah secara paksa
4. Hindari mengoleskan baby oil, minyak herbal, lotion, atau bedak
5. Hindari mengoleskan salep yang tidak dianjurkan dokter
6. Gunakan pakaian yang longgar dan berbahan nyaman
7. Bilas dengan lembut saat saat mandi
8. Berikan kompres dingin untuk mengurangi rasa nyeri
Referensi
- 1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) (2016)
- 2. Alodokter
- 3. Siloam Hospital (2025)