
Ayah Turut Melangkah, Imunisasi Jadi Langkah Keluarga Sehat
Allysha Aulia
29 Mei 2026
Imunisasi adalah salah satu cara untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya. Namun, keberhasilan imunisasi tidak hanya bergantung pada peran ibu. Kehadiran dan dukungan dari seorang ayah juga sangat berarti. Ketika ayah turut melangkah, imunisasi bukan lagi sekadar rutinitas medis, tetapi menjadi wujud kasih sayang dan komitmen keluarga terhadap kesehatan anak.
Imunisasi: Lebih dari Sekedar Suntikan
Imunisasi bukan hanya prosedur dalam medis, melainkan langkah penting untuk menentukan kesehatan anak di masa depan. Lebih dari sekadar mencegah sakit, imunisasi juga memberikan perlindungan jangka panjang bagi keluarga dan masyarakat. Ketika semakin banyak anak yang mendapat imunisasi lengkap, penyebaran penyakit menular dapat ditekan. Ini yang disebut herd immunity kondisi ketika sebagian besar masyarakat memiliki kekebalan, sehingga risiko penularan berkurang bahkan bagi mereka yang belum bisa divaksin, seperti bayi baru lahir atau anak dengan kondisi medis.
Setiap kali anak diimunisasi, orang tua sedang mengambil keputusan besar: melindungi masa depan anak dari risiko penyakit yang bisa dicegah. Di balik proses yang tampak sederhana, imunisasi adalah bentuk nyata kasih dan tanggung jawab keluarga terhadap kesehatan. Dengan mendukung imunisasi, ayah ikut memastikan anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh optimal, bersekolah, dan bermain tanpa terganggu oleh penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.
Baca juga: Apa itu imunisasi?
Mengapa Peran Ayah Penting dalam Imunisasi?
Kehadiran ayah juga memberi dampak psikologis positif bagi anak. Saat anak merasa cemas atau takut disuntik, sosok ayah yang hadir dengan tenang dapat menenangkan suasana dan membantu anak merasa aman. Kehadiran tersebut tidak hanya membantu proses imunisasi berjalan lebih lancar, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara ayah dan anak.
Selain itu, dukungan ayah membuat ibu merasa tidak sendiri dalam menjalani tanggung jawab kesehatan anak. Keduanya bisa saling melengkapi, ibu mungkin lebih sering berinteraksi dengan tenaga kesehatan, sementara ayah dapat berperan aktif dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi tepat waktu serta mendukung keputusan bersama terkait kesehatan keluarga. Dengan berbagi peran seperti ini, imunisasi tidak lagi menjadi beban salah satu pihak, melainkan komitmen bersama sebagai keluarga.
Ketika ayah dan ibu melangkah bersama dalam setiap proses imunisasi, mereka sedang menunjukkan nilai penting kepada anak bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Imunisasi menjadi bukan hanya tindakan medis, melainkan simbol kerja sama keluarga dalam memberikan perlindungan terbaik bagi buah hati.
Baca juga: Jadi, Apa Saja Jenis Imunisasi yang Harus Didapatkan Anak 0-18 Bulan?
Referensi
- 1. Ruhul Amin, Mohammad, and UNICEF (2021)
- 2. Rahma Putri, Amanda Cellomita (2025)
- 3. HAKLI PAPUA BARAT
- 4. Australian Government Department of Health, Disability and Ageing