
Vaksin Polio: Apa Itu dan Prosedurnya
Hanindito Arief Buwono
19 Augustus 2025
Virus dan kuman yang tersebar di lingkungan sekitar kita dapat menyebabkan berbagai penyakit serius. Anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi berisiko lebih tinggi terpapar infeksi, salah satunya adalah polio.
Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus polio dan menyerang sistem saraf. Dampak akibat infeksi virus polio dapat sangat parah, seperti kelumpuhan, kesulitan bernafas, bahkan kematian.
Infeksi ini rentan menyerang anak-anak, sehingga upaya pencegahan sangat penting agar anak tidak terpapar virus yang berbahaya ini. Salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini adalah dengan memberikan imunisasi polio.
Maka dari itu, di artikel ini, akan dijelaskan apa itu vaksin polio dan prosedur yang bisa dilakukan oleh orang tua.
Apa Itu Vaksin Polio?
Vaksin polio atau imunisasi polio adalah pemberian kekebalan terhadap virus polio untuk mencegah penyakit polio, yang menyebabkan anak lumpuh layu serta mencegah penularan di masyarakat.
Imunisasi polio merupakan salah satu program imunisasi dasar wajib bagi anak-anak di Indonesia. Menurut jadwal imunisasi nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, anak perlu mendapatkan 4 dosis imunisasi polio tetes dan 2 dosis imunisasi polio suntik. Imunisasi polio tetes diberikan pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Sedangkan imunisasi polio tetes diberikan pada usia 4 bulan dan 9 bulan.
Manfaat imunisasi polio adalah:
- Merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap virus polio
- Meningkatkan kekebalan tubuh anak
- Mencegah risiko tertular atau mengalami komplikasi berat akibat polio
- Mengurangi kemungkinan penularan ke orang lain di lingkungan sekitar
Jenis-Jenis Imunisasi Polio: Tetes dan Suntik
Imunisasi polio tersedia dalam dua jenis, berdasarkan cara pemberiannya dan kandungan vaksinnya:
1. Imunisasi Polio Tetes (OPV: Oral Polio Vaccine)
- Cara pemberian: Diteteskan langsung ke mulut anak
- Kandungan: Mengandung virus polio yang dilemahkan (live attenuated virus)
- Fungsi utama: Memberikan kekebalan di saluran cerna, tempat virus polio biasanya berkembang biak pertama kali
- Manfaat tambahan: Membantu mengurangi penularan virus di masyarakat, karena virus dilemahkan ini bisa merangsang kekebalan lingkungan (herd immunity)
- Jadwal pemberian (Kemenkes): Diberikan pada usia 1, 2, 3, dan 4 bulan
2. Imunisasi Polio Suntik (IPV: Inactivated Polio Vaccine)
- Cara pemberian: Disuntikkan ke dalam otot atau bawah kulit oleh petugas medis
- Kandungan: Mengandung virus polio yang telah dimatikan (inactivated virus)
- Fungsi utama: Memberikan kekebalan di darah (sistemik) sehingga melindungi sistem saraf dari serangan virus
- Manfaat tambahan: Aman untuk anak dengan sistem imun lemah karena virus sudah tidak aktif
- Jadwal umum: Diberikan pada usia 4 bulan dan 9 bulan
IPV sangat penting karena melindungi dari kelumpuhan, meskipun tidak mencegah replikasi virus di saluran cerna seperti OPV.
Imunisasi polio tergolong aman, dan pada umumnya tidak menyebabkan demam.dan efek samping yang muncul umumnya ringan dan sementara, seperti:
- Bengkak atau nyeri di area suntikan (IPV)
- Nafsu makan menurun
- Anak tampak rewel atau kelelahan
- Dalam beberapa kasus, bisa muncul demam ringan
Efek ini menandakan bahwa tubuh sedang membentuk kekebalan. Anggota keluarga tidak perlu cemas. Orang tua bisa memberikan kompres hangat, istirahat cukup, dan paracetamol jika dibutuhkan. Imunisasi polio adalah upaya pencegahan yang sangat penting dan efektif untuk melindungi anak dari risiko kelumpuhan akibat infeksi virus polio. Dengan mengenali jenis, jadwal, dan manfaat imunisasi polio, semoga orang tua tidak ragu untuk melengkapi imunisasi anak. Yuk, cegah polio sejak dini dengan imunisasi!
Masih mau tau lebih banyak informasi seputar imunisasi dan tumbuh kembang anak? Konsultasi gratis dengan ahlinya di WhatsApp Keluarga Berimun! Hubungi nomor 0821 4274 9707 atau klik link di bawah ini:
Konsultasi gratis dengan Keluarga Berimun